Just another WordPress site

Rajut Wajah Dalam Warna Dengan Aliran Seni WPAP

SHARE
, / 211 0

Wedha’s Pop Art Portrait. Mungkin istilah ini jarang anda dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun sadar atau tidak, anda mungkin pernah melihat hasil karya semacam ini. Seni yang biasa disebut dengan nama WPAP ini adalah sebuah gugusan ilustrasi potret wajah berupa kumpulan kontradiksi warna yang padu dan tegas yang disusun secara geometris. Pop Art itu sendiri adalah sebuah aliran seni dari Inggris yang lahir pada tahun 1950-an. Pop Art yang berarti Popular Art ini merupakan seni yang diciptakan untuk dinikmati oleh semua kalangan pada masa itu. Karena saat itu, seni-seni yang sudah ada sebelumnya, seperti seni lukis, hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas ataupun bettor poker yang kaya saja. Turunan dari Pop Art ini ada banyak jenisnya, Salah satu diantaranya adalah Wedha’s Pop Art Portrait.

Jika diartikan secara harfiah, Wedha’s Pop Art Portrait berarti sebuah karya seni potret populer di mana penemu dari aliran seni ini bernama Wedha. Ya, memang benar saja. Seni ini diperkenalkan oleh seorang seniman kreatif asal Indonesia bernama Wedha Abdul Rasyid. Lelaki kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah ini adalah seorang seniman grafis Indonesia dan sudah dikenal sebagai pencipta aliran WPAP. Tak heran jika dari hal itu, ia dijuluki sebagai Bapak Ilustrasi Indonesia.

Berawal pada tahun 1977, pria ini bergabung dengan majalah Hai sebagai iustrator untuk karya-karya fiksi dan potret wajah tokoh dunia yang sedang dibahas dalam majalah tersebut. Salah satu karya fiksi terkenal yang ia ilustrasikan berjudul Lupus. Di umurnya yang memasuki kepala empat, kira-kira pada saat itu adalah tahun 1990-an, ia mulai kesulitan membuat suatu ilustrasi dengan detail dan bentuk yang realistis. Hal itu terjadi dikarenakan penurunan daya penglihatannya. Pria kelahiran tahun 1951 ini kemudian mulai mengembangkan suatu karya ilustrasi potret bergaya kubisme. Gaya inilah yang kemudian banyak dikenal sebagai bagian dari aliran pop art dan diterima di tengah masyarakat yang kemudian dikenal dengan nama Wedha’s Pop Art Portrait atau disingkat WPAP.

Proses pembuatan WPAP biasanya diawali dengan teknik tracing. Pada tahap ini memang diperlukan latihan dengan jam terbang yang tinggi dan imajanasi tiada henti. Proses tracing ini bertujuan untuk membentuk suatu bidang datar mengikuti alur dari potret yang ingin dibuat WPAP. Memang pada dasarnya WPAP adalah kumpulan dari bidang datar yang dibentuk sedemikian rupa dari garis-garis imajiner tegas (tidak melengkung). Objek-objek pada wajah akan di-trace pada setiap bentuk yang mendukung terciptanya realitas gambar. Namun dalam proses ini, seorang seniman tidak perlu melakukan tracing 100% sesuai dengan potret aslinya, karena hal itu akan menimbulkan terciptanya garis lengkung, dan jika terdapat lengkung di dalamnya, akan membuat hasil pekerjaan kurang maksimal dan mungkin tidk bisa dikatakan beraliran WPAP.

Aliran seni ini memang sangat menarik untuk dinikmati ataupun dipelajari. Lantaran hasil yang disajikan berbeda dari aliran seni yang lain dan memiliki nilai seni yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dari anak kecil hingga member yang terdaftar di agen bola terpercaya. Dalam pembuatannya pun tidak cukup sulit. Bermodal kemampuan desain grafis, setiap pembuatnya pasti akan merasakan kemudahan dalam membuat karya WPAP. Tak khayal jika saat ini banyak di kalangan masyarakat yang menawarkan jasa pembuatan desain potret wajah WPAP ini, karena peminatnya yang banyak dan cara pembuatannya yang mudah. Demikian informasi ini disampaikan untuk menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.