Just another WordPress site

Begini Ternyata Asal-Usul Seni Origami

SHARE
, / 1309 0

Origami adalah salah satu seni melipat kertas yang sangat terkenal. Hampir seluruh dunia mengajarkan origami kepada para anak di jenjang Playgroup dan TK. Apakah pembaca pernah bertanya-tanya bagaimana sejarah dari origami? Bagaimana seni melipat dunia ini pertama kali ditemukan? Begini ternyata asal-usul seni origami melipat dari jepang.

Arti Kata Origami

Sebelum mengerti sejarah origami, ada baiknya pembaca mengerti apa arti kata origami dan apa tujuan awal dari origami. Origami merupakan kata yang berasal dari bahasa Jepang, “ori” dan “kami”. Ori memiliki arti “melipat atau lipat dan “kami” memiliki arti “kertas”. Berdasarkan arti diatas, secara sederhana, origami memiliki arti seni melipat kertas.

Origami memiliki tujuan untuk membuat seni dengan cara melipat kertas menjadi bentuk lain yang memiliki estetika, bentuk bisa mneyerupai makhluk hidup ataupun benda mati. Jadi, origami adalah keseniaan melipat kertas menjadi bentuk lainnya.

Asal Mula dan Sejarah Origami

Banyak sejarawan yang percaya bahwa asal mula dari adanya origami dalah sejak kertas diperkenalkan kepada rakyat Jepang sekitar tahun 740 Masehi. Pada awalnya, origami lahir karena masyarakat Jepang membutuhkan penutup botol sake. Masyarakat Jepang melipat kertas sebagai penutup botol sake. Sejak saat itu, berkembanglah seni melipat ini di seluruh dataran Jepang.

Awalnya, seni melipat kertas tidak disebut “origami”. Orisui, orikata dan orimono adalah contoh dari istilah yang digunakan oleh masyarakat Jepang pada waktu itu. Tahun 1880 baru pemerintah kaisar Jepang memberikan nama “origami” untuk keseniaan melipat kertas.

Ada juga versi sejarah yang mengatakan bahwa origami pertama kali dikenalkan oleh Donco, biksu Budha yang berasal dari semenanjung Korea Goguryeo. Biksu ini memperkenalkan kertas dan tinta hitam kepada masyarakat Jepang di masa pemerintahan Kaisar wanita Suiko.

Perkembangan Origami

Origami mulai dikembangkan dari mulai jaman Kairsar Heidan (741-1185 Masehi), jaman Kaisar Kamakura (1191-1333 Masehi), jaman Kaisar Muromachi (1338-1573 Masehi) hingga sekarang. Namun, jaman Kaisar Edo (1600-1800 Masehi) adalah era terbaik dari perkembangan seni melipat origami. Hal ini terjadi karena kertas mulai diproduksi dengan jumlah yang besar.

Warga jepang sangat mudah mendapatkan kertas dan bukan lagi menjadi barang yang sulit untuk didapatkan. Selain itu mulai munculnya buku berisi pedoman tentang pembuatan origami seperti Chusingura Orikata tentang melipat menyerupai manusia dan Kanno Mado tentang lipatan kertas tradisi Jepang. Selain itu di tahun 1850 terbitlah buku tentang origami untuk agama dan hiburan yang diberi judul Kayaragusa.

Begini ternyata asal-usul origami yang harus dicermati oleh masyarakat Indonesia. Beberapa survey menunjukkan bahwa seni melipat kertas origami sangat membantu anak usia dini untuk meningkatkan kreatifitas otak mereka. Segera ajari si kecil seni melipat sejak dini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!